Sunday, October 18, 2009

BRINGING CHILD IS VERY RISKY AFFAIR, SO HOW TO BECOME A MOTHER OR FATHER


To become a mother is one of the greatest responsibilities in the world. Men or a father are a little freer in their way because they cannot take the responsibility of becoming a mother. Women have more responsibility.

So many women want to be mothers but they don't know how to be...remember!

"Once the relationship between the mother and the child goes wrong, the child's whole life goes wrong... because that is his "first CONTACT" with the world, his first relationship, everything else will be in continuity with it. And if the first step goes wrong, the whole life goes wrong... Please imbibe and be serious about it."

One should become a mother knowingly. You are taking on one of the greatest responsibilities that human being can take.Men are a little freer in that way because they cannot take the responsibility of becoming a mother. Women have more responsibility... So;

"Become a mother, but don't take it for granted that just being a woman one is necessarily mother,..that is wrong and fallacy." Remember!

"Motherhood is a great art, you have to learn it. So start learning about it... Now!"

A few things I would like to say to you as mother and father... being a parents...First never treat the child as yours; Never possess the child... The child comes through you, but it is not yours. God has only used you as a vehicle... 'POSSESSION'. Remember!

"LOVE, but never possess the child".

If the mother , the father starts possessing the child, then the life is destroyed. The child starts becoming a prisoner. You are destroying his personality and you are reducing him to a thing or a commodity.

Only a thing can be possessed... that is without life;

"A house can be possessed... a car, a shoes ect."

Remember! Never a person. So, this is a first lesson.

Get ready for it:

Before a child comes you should be able to greet him as an independent being, as a person in his own right, not just your child. And the second thing: Treat the child as you would treat a...'GROWN-UP' person. Never treat a child like a child. Treat a child with deep respect. God has chosen you to be a 'HOST'. The child is very fragile... helpless. Remember!


It is very difficult to respect the child, but it is very easy to humiliate the child. Humiliation comes very easy because the child is helpless and cannot do anything... Cannot retaliate cannot react. So, treat the child as a grown-up and with great respect. Once you respect the child, you don't try to impose anything your ideas on him. You don't try to impose anything on the child. You simply give him a freedom... freedom to explore the world. You help him to become more and more powerful in exploring the world but you never give him directions. Remember!

"You are giving him energy, you give him protection, you give him security.. All that he needs, but you help him to go farther away from you to explore
the world."

And of course in freedom the wrong is also included. It is very difficult for a mother to learn that when you give freedom to a child it is not freedom only to do good. So make the child... 'alert'... intelligent.

Never give him any commandments... nobody keeps them, and people become hypocrites. So, if you really love the child, then one thing has to be remembered:

"Never , never help him in any way, or forcing him in any way to become a hypocrite."

And the third thing:

Be natural... listen to nature. Whatsoever is natural is good... If your mind is good, nothing wrong with this world. Even if sometimes it is very difficult for you, very uncomfortable for you... because you have not been brought up according to nature. We now being a parents. Our parents were not bringing up with real art, 'LOVE'... It was just an accidental thing. Don't repeat the same mistakes. Many times you will feel very uneasy...


Never interfere with the child, let nature take its own course. You are there to facilitate whatsoever nature is unfolding... Remember!

"You are not to direct nature...be natural, you are just to be as a help."


So, this three things... Start meditating. Before the child is born, you should go as deeply as possible. When the child is within your womb, whatsoever you are doing continuously goes as a vibration to the child...Example:

If you are angry, your stomach has a tension of anger. The child immediately feels it. When you are sad, your stomach has an atmosphere of sadness. Immediately the child feels dull... depressed. The child totally depends on you. Whatsoever is your mood is the mood of the child.

That's why I say that to be a mother is a great responsibility... The mother have to sacrifice much.

If from the very beginning anger, hatred, conflict, enters into the child's mind.., then you are causing hell for him, he will suffer...

"Then it is better not to bring a child into the world. Why bring a child into suffering?"

The world is tremendous suffering. In the first place bringing a child into this world is a very risky affair. But even if you want that.., at least bring a child who will be totally different in this world. Who will not be miserable, who will at least help the world to be a little more celebrating.., that will bring a little more festivity into the world.., a little more laughter.., love, life.

Source : wordsfromoneuniverse.blogspot.com

Tuesday, October 13, 2009

EGOIS














Soalan ;

1. Apakah yang dimaksudkan dengan sifat dibawah
a. Ego
b. Hasad
c. Riak
d. Takabur
e. Sombong
f. Dengki
2. Apakah punca-punca terhijabnya hati kita dengan sifat-sifat di atas?
3. Apakah hakikat disebalik sifat-sifat di atas?

Jawapan;
Keenam-enam sifat seperti ego, hasad,riak, takbur, sombong dan dengki adalah merupakan musuh dalaman setiap individu yang sangat subjektif. Walaupun setiap sukukata di atas punya ciri-cirinya tersendiri, namun semuanya terhimpun di dalam sukukata 'Ego'. Kerana makna 'Ego' adalah 'Diri'...'Diri Sendiri'. Keenam-enam sifat negatif yang tersebut di atas adalah merupakan 'anai-anai' yang telah lama bersarang di dalam hati dan jiwa semua manusia yang telah sejak lama meruntuhkan pelbagai institusi, sama ada di dalam tempat ibadah, politik, agama, atau apa sahaja organisasi.Mari kta menyingkap punca dan hijab serta memahami hakikat di sebalik siat-sifat di atas yang semuanya ada di sebalik 'Ego' diri masing-masing yang menjadi penyebab semua manusia sejak lama tersungkur dan terbelenggu hingga ke detik ini.Apakah yang dikatakan 'Ego'? 'Ego' adalah 'Diri'...'Diri' yang tidak punya kesedaran akan hakikat yang 'Maha Berkuasa'.Justeru 'Ego' adalah merupakan asas kepada semua permasalahan yang perlu dihadapi oleh setiap orang. Ciri-ciri dan sifat 'Ego' mesti difahami secara mendalam dan betul, jika tidak, tiada siapa yang akan mampu mengnyahkannya dengan begitu mudah dan tiada siapa yang akan dapat menolong kita kerana semua orang ada sifat-sifat begitu. 'Ego' masing-masinglah yang berlagak sebagai rintangan antara kita dan hakikat diri dalaman masing-masing.Muslihat 'Ego' adalah sangat halus, tetapi ianya bukannya fakta, malah fiksyen atau hipnosis sejak beribu-ribu tahun manusia dilanda ketegangan, kekacauan dan kebingunan. 'Ego' adalah merupakan idea bahawa 'Akulah' yang di dalamnyalah bersarang kata-kata seperti hasad, dengki, dan banyak lagi kata-kata yang tidak mampu disebut.Di tengah-tengah dunia 'Akulah' keegoan itu berdirinya segala 'kepentingan diri', bagaikan sebuah pulau di tengah-tengah lautan yang jauh dari daratan. Ingat! Hidup ini saling bergantung, bukannya untuk kepentingan diri sendiri seperti setitis minyak di dalam air.Ingat! Kita semua adalah "sebahagian dari keseluruhan" itu, kita semua adalah "saling memerlukan" seperti angin, tanah, api, air, ruang, bulan dan matahari, tanpanya kita semua tahu akan jawapannnya. Seseorang yang Egois hidupnya penuh dengan kegelisahan. Sila ikut dan fahami mekanisme 'Ego'. Ego' akan membuat seseorang merasakan dirinya kerdil atau kecil terhadap dunia yang begitu besar. Justeru ..! Aku mesti berasa besar dan megah , mesti kaya, mesti banyak wang, dan berkuasa. Aku mesti jadi Presiden atau Perdana Menteri atau orang yang terkaya di muka bumi ini. Ego akan membuat seseorang rasa terbatas dan tiada siapa suka pada keterbatasan...Maka keinginan 'ingin menjadi' itu dan ini semakin kuat, mendesak dan membesar. Semakin membesar 'Ego' kita, maka semakin angkuh, sombong dan takburlah kita.Cuba perhatikan perkembangan dan ketololan orang-orang Egois, semakin besar 'Ego' kita, kita mula memikir...Sekarang "Aku sudah ternama, kaya" dan sebagainya. Ingat! Semakin besar 'Ego' kita, kita akan merasa semakin kecil, maka semakin bertambah-tambahlah keinginan kita, seluas lautan, seperti api yang semakin marak.Realitinya keegoan tidak memungkinkan seseorang itu menjadi besar dan ternama. Nasihat saya kepada sesiapa saja, jangan cuba mengnyahkan atau menggugurkan 'Ego', kita tidak akan mampu melakukannya...Kerana ianya adalah fiksyen dan bukannya fakta.

Jika kita cuba juga menggugurkannya kita akan hanya mencipta satu lagi fiksyen dan beranggapan bahawa kita sudah tidak lagi punya 'Ego'. Kita sudah jadi orang yang merendah diri, bermoral, rasa dan perasaan begitupun juga adalah 'Egois' dengan cara dan corak yang baru.'Ego' sifatnya sangatlah halus phenomenanya.Saudara pembaca! Kita mesti memiliki kesedaran untuk menggugurkannya. 'Ego' berasal dan berumah di dalam diri masing-masing, ingat! Ianya bukan bersifat luaran, mana mungkin kita dapat lari dari diri kita sendiri. Mekanisme tersebut adalah dari dalam diri masing-masing, jika ianya datang dari luar dari diri kita, itu mudah kita mengnyahkannya. Tetapi ia adalah dari dalam diri kita, ianya adalah 'sebahagian daripada diri kita', cara hidup kita sejak lama dan kita tidak boleh hidup tanpanya. Apa jua corak atau cara hidup kita , sifat sombong, angkuh, hasad dengki,atau takbur, sentiasa saja menemani kita macam bayang-bayang.Justeru, apa perlu kita buat? Seseorang perlu benar-benar faham akan mekanisme 'Ego', bagaimanakah fiksyen itu berfungsi dari banyak aspek dan sudut, dari abjad A hingga Z. Sebenarnya kita tidaklah perlu menggugurkan 'Ego' tersebut. Itupun kalau kita celik akal, 'Ego' tersebut akan gugur dengan sendirinya, jika kita iringi dengan sifat-sifat kasih sayang, baik dan murah hati, penyayang, bertimbangrasa dan keterbukaan serta sensitif terhadap persekitaran kemanusiaan.Saudara pembaca! Kita hanya perlu peka dengan penuh kesedaran akan mekanisme bagaimanakah 'Ego' memanipulasi diri kita, ingat! Ia cuma suatu idea yang tidak punya entiti... Cuma suatu idea, tidak lebih dari itu. Ianya serupa juga seperti seseorang yang percayakan 'hantu'. Percayakan hantu cuma suatu idea, begitu juga bagi orang yang benar-benar mengenal hakikat diri... 'Ego' padanya cuma suatu idea.

Soalan Daripada: Buminanbasah.blogspot.com
Jawapan Daripada: Empty Hand (Wordsfromoneuniverse.blogspot.com)

Sunday, October 4, 2009

ANTARA ROH DAN KEMATIAN

KEMATIAN adalah suatu yang pasti dihadapi setiap manusia sama ada dia bersedia atau tidak, maut pasti menjengah. Firman Allah yang bermaksud:


“Katakanlah, akan diambil nyawa kamu oleh malaikat maut yang ditugaskan buat kamu, kemudian kepada Tuhanmu kamu akan dikembalikan.” (Surah al-Sajdah, ayat 11)


Saat menghadapi sakaratul maut adalah detik kritikal kepada orang yang akan dicabut nyawa. Hayat penghabisan itu bakal menentukan sama ada seseorang itu mati dalam iman atau mati sebagai seorang kufur. Sehubungan itu, panduan ajaran Islam ada menerangkan kepentingan talqin syahadah iaitu mengajar kalimah tauhid kepada orang yang berada dalam keadaan sakaratul maut. Malaikat akan datang memberitahu mengenai terputusnya kelazatan dan kenikmatan hidup dalam masa sama, iblis dan syaitan juga berkeliaran mencari peluang memalingkan hati dan menghasut serta memperdaya supaya orang itu tergelincir imannya dan seterusnya menjadi calon pengisi neraka seperti mereka dan keturunannya. Anak cucu cicit iblis ketika itu akan mengelilingi manusia dan muncul dengan menyerupai wajah orang terdahulu yang disayangi manusia tadi.

Dengan wajah manusia bertopengkan iblis itu, mereka membisikkan hasutan ke telinga supaya jangan mempercayai Allah SWT , Rasul, kitab al-Quran dan Hari Kiamat. Namun manusia yang kuat iman dan pegangan agamanya serta ketika hidup sentiasa mengekalkan solat dan puasa tidak akan mudah termakan bisikan syaitan.

Maka di sinilah pentingnya peranan kerabat terhampir pesakit mengajar dan mengulang-ulang serta membisikkan kalimah syahadah supaya tidak lekang daripada mulutnya supaya akhir kalamnya nanti dengan sebutan kalimah itu. Amalan ini digalakkan malah disunatkan dilakukan orang yang hidup ke atas orang yang berada di saat hampir kematian.

Daripada Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda bermaksud:
“Talkinkanlah (ajarkanlah) orang hendak meninggal dunia dari kalangan kamu dengan perkataan La Ila Ha Ilallah.” (Hadis riwayat Muslim, Ahmad, Abu Daud, al-Tirmizi, al-Nasaie dan Ibn Majah). Dalam satu riwayat lain daripada Huzaifah, ada sambungan hadis, “Kerana ia (talkin) boleh menghapuskan dosa terdahulu.”

Daripada Othman bin Affan, Rasulullah SAW bersabda maksudnya:
“Sesiapa yang meninggal dunia dengan penyaksian tiada tuhan melainkan Allah, maka dia akan masuk syurga.” (Hadis riwayat Muslim).

Saidina Umar al-Khattab juga pernah menyebut yang maksudnya:
“Hendaklah kamu hadir kepada orang yang hendak meninggal dunia daripada kalangan kamu dan ingatkanlah kepada mereka kerana sesungguhnya mereka melihat apa yang kamu tidak nampak, dan talkinkanlah mereka dengan kalimah tiada Tuhan melainkan Allah.”

Orang yang hadir tidak dibenarkan membaca talkin dengan suara nyaring dibimbangi berat lidah pesakit untuk menuturkannya, sebaliknya ajarkanlah kepada mereka dengan suara yang perlahan.

Menurut Imam al-Ghazali, kepentingan kalimah ini dibisikkan ke telinga pesakit supaya ia menghabiskan hayatnya dalam keadaan hatinya tiada mengingati perkara lain kecuali Allah, dan apabila tiada di dalam hatinya kecuali Tuhan Yang Esa, maka melalui kematian itu, dia akan mencapai nikmat tertinggi dalam perjalanannya menuju Allah.

Orang yang hadir juga disunatkan menasihatkan pesakit supaya bersangka baik dengan Allah yang mendatangkan kepadanya detik kematian bakal dihadapinya. Ia adalah senjata sangat ampuh untuk menangkis serangan syaitan di saat ia dalam keadaan yang kritikal itu.

Dalam satu riwayat daripada Wathilah bin al-Asqa’ menyebut:
“Talkinkan dan hadirkan kepada orang yang hendak meninggal dunia antara kamu dengan ‘Tiada tuhan melainkan Allah’ serta gembirakanlah ia dengan syurga, kerana orang lelaki mahupun perempuan, di saat genting itu akan kebingungan. Demi Allah, pandangan terhadap malaikat maut saja terasa lebih hebat daripada seribu kali pukulan pedang. Demi Allah, tidak akan keluar jiwa seseorang daripada dunia hingga setiap keringatnya merasa sakit kerana bingungnya.”Hadis daripada Ma’qil ibn Yasar ada menyebut bahawa baginda Rasulullah SAW telah bersabda yang bermaksud:

“Bacalah surah Yasin ke atas orang-orang mati dari kalangan kamu.” (Hadis riwayat Abu Daud dan dianggap sahih oleh Ibn Hibban)

Seperkara lagi yang penting bagi semua manusia bernyawa ialah melazimkan bacaan doa supaya mati dalam keadaan husnul khatimah dan minta dijauhkan daripada mati dalam keadaan su’ al-khatimah. Inilah yang diajar Nabi Muhammad SAW melalui doanya yang bermaksud:

“Ya Allah, sudahilah pengakhir hayat kami dengan husnul khatimah dan janganlah sudahi pengakhir hayat kami dengan su’ al-khatimah.”

Sesungguhnya pengajaran daripada al-Quran dan al-Sunnah ini adalah satu petunjuk bahawa kematian manusia bukanlah penamat kehidupan, tetapi ialah adalah satu jambatan menuju ke alam yang lebih luas dan kekal abadi.

Daripada : Suara Dari Alam
Selanjutnya : Keteguhan Benteng Takdir